The Reason of My Life

The Reason of My Life
terimakasih untuk setiap cinta dari kalian untuk azt :*

Selasa, 29 Januari 2013

TEORI BELAJAR


KATA PENGANTAR
Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkat dan rahmat-Nyalah, sehingga kami dapat menyelesaikan tugas ini tepat waktu.
Makalah ini disusun untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah. Dan makalah ini berjudul “Teori Belajar dan Aplikasinya”. Tugas ini berfungsi dalam memperbanyak referensi penulis dalam mengikuti Mata Kuliah tersebut, selain itu juga menambah wawasan kita sebagai mahasiswa biologi.
Penulis mengucapkan terima kasih kepada dosen pembimbing yang telah memberikan bimbingan dan pengarahan. Penulis sadar bahwa dalam pembuatan makalah ini masih banyak kekurangan dan jauh dari kesempurnaan, untuk itu saran dan kritik yang membangun sangat penulis harapkan agar membantu dalam pembuatan makalah di masa yang akan datang, agar menjadi lebih baik, sempurna dan memuaskan.
Atas perhatian dan dukungannya, penulis mengucapkan banyak terima kasih.


Makassar,    September 2012
                                                                                                           
  Penulis








BAB I
PENDAHULUAN
A.  Latar Belakang Masalah
Teori adalah sekumpulan dalil yang berkaitan secara sistematis yang menetapkan kaitan sebab akibat diantara variable yang saling bergantung. Belajar adalah perubahan tingkah laku yang relatif tetap terjadi sebagai hasil latihan atau pengalaman. Perubahan yang dimaksud harus relatif permanen dan tetap ada untuk waktu yang cukup lama. Oleh karena itu sangat dibutuhkan teori-teori belajar. Kebutuhan akan teori adalah hal yang penting. Snelbecter dalam Ratna Wilis (1991:1), berpendapat bahwa perumusan teori itu bukan hanya penting, melainkan vital bagian psikologi dan pendidikan untuk dapat maju, berkembang dan memecahkan masalah-masalah yang ditemukan dalam setiap bidang. Untuk itu pemahaman tentang konsep-konsep dan prinsip-prinsip yang bersifat teoritis dan telah diuji kebenarannya melalui ekspreimen sangat dibutuhkan. Kebutuhan akan hal tersebut melahirkan teori belajar dan teori instruksional. Teori belajar berhubungan dengan psikologi terutama berhubungan dengan situasi belajar. Teori belajar bersifat deskriptif dalam membicarakan proses belajar, sedangkan teori instruksional lebih bersifat preskriptif dan menerangkan apa yang harus dilaksanakan untuk membicarakan masalah-masalah praktis didunia pendidikan (Snelbecker, 1974 dalam teori, 1997). Brunner (1964), mengemukakan bahwa teori belajar adalah deskriptif, sedangkan teori instruksional adalah preskriptif. Artinya teori belajar mendeskripsikan terjadinya proses belajar, sedangkan teori instruksional mempreskripsikan strategi atau metode pembelajaran yang optimal untuk memudahkan proses belajar.
B.  Rumusan Masalah
1.    Bagaimana teori belajar itu dan penggolongan teori belajar?
2.    Bagaimana aplikasi teori-teori belajar dalam Pendidikan?
3.    Bagaimana aplikasi teori belajar dan penerapannya?
BAB II
PEMBAHASAN
A.Teori Belajar dan Penggolongannya
Belajar merupakan ciri khas manusia yang membedakannya dengan binatang. Belajar yang dilakukan manusia merupakan bagian hidupnya dan berlangsung seumur hidup. Dalam belajar, si belajar yang lebih penting sebab tanpa si belajar tidak ada proses belajar. Oleh karena itu tenaga pengajar perlu memahami terlebih dahulu teori belajar, alasannya:
1.    Membantu pengajar untuk memahami proses belajar yang terjadi didalam diri si belajar.
2.    Dengan kondisi ini pengajar dapat mengerti kondisi-kondisi dan faktor-faktor yang mempengaruhi, memperlancar atau menghambat proses belajar.
3.    Mungkin pengajar melakukan prediksi yang cukup akurat tentang hasil yang dapat diharapkan pada suatu aktivitas belajar.
4.    Teori ini merupakan sumber hipotesis atau dugaan-dugaan tentang proses belajar yang dapat diuji kebenarannya melalui eksperimen atau penelitian, dengan demikian dapat meningkatkan pengertian seseorang tentang proses belajar mengajar.
5.    Hipotesis, konsep-konsep dan prinsip-prinsip ini dapat membantu si pengajar meningkatkan penampilannya sebagai seorang pengajar yang efektif.
Secara umum semua teori belajar dapat kita kelompokkan menjadi empat golongan atau aliran yaitu:
1.    Teori Belajar Behaviorisme (tingkah laku)
2.    Teori Belajar Kognitivisme
3.    Teori Belajar Humanistik
4.    Teori Belajar Sibernetik
Penggolongan teori belajar:
1.    Teori Belajar Behaviorisme
Menurut teori belajar ini adalah perubahan tingkah laku, seseorang dianggap belajar   sesuatu bila ada menunjukkan perubahan tingkah laku. Misalnya, seorang siswa belum bisa membaca maka betapapun gurunya berusaha sebaik mungkin mengajar atau bahkan sudah hafal huruf A sampai Z di luar kepala, namun bila siswa itu gagal mendemonstrasikan kemampuannya dalam membaca, maka siswa itu belum bisa dikatakan belajar. Ia dikatakan telah belajar apabila ia menunjukkan suatu perubahan dalam tingkah laku ( dari tidak bisa menjadi bisa membaca). Yang terpenting dari teori ini adalah masukan atau input yaitu berupa stimulus dan out put yang berupa respons. Sedang apa yang terjadi diantara stimulus dan respons itu dianggap tidak penting diperhatikan sebab tidak bisa diamati. Yang bisa diamati adalah stimulus dan respons, misalnya stimulus adalah apa saja yang diberikan guru kepada siswa tersebut dalam rangka membantu siswa untuk belajar. Stimulus ini berupa rangkaian alfabet, beberapa kalimat atau bacaan, sedangkan respons adalah rekasi terhadap stimulus yang diberikan gurunya.
Menurut teori behaviorisme apa saja yang diberikan guru (stimulus) dan apa saja yang dihasilkan siswa (respons) semua harus bisa diamati, diukur, dan tidak boleh hanya implisit (tersirat). Faktor lain yang juga penting adalah faktor penguat (reinforcement). Penguat adalah apa saja yang dapat memperkuat timbulnya respons. Bila penguatan ditambah (positive reinforcement) maka respons akan semakin kuat. Begitu juga bila penguatan dikurangi (negative reinforcement) responspun akan tetap dikuatkan.. Misalnya bila seorang anak bertambah giat belajar apabila uang sakunya ditambah maka penambahan uang saku ini disebut sebagai positive reinforcement. Sebaliknya jika uang saku anak itu dikurangi dan pengurangan ini membuat ia makin giat belajar, maka pengurangan ini disebut negative reinforcement.
2.    Teori Belajar Kognitivisme
Menurut teori ini, belajar adalah perubahan persepsi dan pemahaman. Perubahan persepsi dan pemahaman tidak selalu berbentuk perubahan tingkah laku yang bisa diamati. Asumsi dasar teori ini adalah setiap orang telah mempunyai pengalaman dan pengetahuan dalam dirinya. Pengalaman dan pengetahuan ini tertata dalam bentuk struktur kognitif. Menurut teori ini proses belajar akan berjalan baik bila materi pelajaran yang baru beradaptasi secara klop dengan struktur kognitif yang telah dimiliki oleh siswa.
3. Teori Belajar Humanistik
Tujuan belajar adalah untuk memanusiakan manusia. Proses belajar dianggap berhasil jika si belajar telah memahami lingkungannya dan dirinya sendiri. Dengan kata lain si belajar dalam proses belajarnya harus berusaha agar lambat laun ia mampu mencapai aktualisasi diri dengan sebaik-baiknya. Secara umum teori ini cenderung bersifat elektik dalam arti memanfaatkan teknik belajar apapun agar tujuan belajar dapat tercapai. Sebagai contoh teori ini terwujud dalam karya David Krathwol dan Benjamin Bloom (Taksonomi Bloom), Klob (belajar empat tahap), Honey and Mumford (pembagian tentang macam siswa) dan Habermes (tiga macam tipe belajar). Teori humanistik ini dikritik karena sukar digunakan dalam konteks yang lebih praktis. Teori ini dianggap lebih dekat dengan dunia filsafat daripada dunia pendidikan. Aplikasi teori humanistik dalam pembelajaran, guru lebih mengarahkan siswa untuk berpikir induktif, mementingkan pengalaman serta membutuhkan keterlibatan siswa secara aktif dalam proses belajar.
4. Teori belajar Sibernetik
Teori ini masih baru jika dibandingkan dengan ketiga teori yang telah dijelaskan sebelumnya . Teori ini berkembang sejalan dengan perkembangan ilmu informasi. Menurut teori ini belajar adalah pengolahan informasi . Teori ini berasumsi bahwa tidak ada satupun jenis cara belajar yang ideal untuk segala situasi, sebab cara belajar sangat ditentukan oleh sistem informasi.
Teori ini dikembangkan oleh Landa (dalam bentuk pendekatan algoritmik dan Neuristik) serta Pask and Scott dengan pembagian tipe siswa yaitu type Wholist dan type Ferialist. Teori sibenrnetik ini dikritik karena lebih menekankan pada sistem informasi yang akan dipelajari, tetapi kurang memperhatikan bagaimana proses belajar berlangsung sehingga untuk selanjutnya banyak yang berasumsi bahwa teori ini sulit untuk dipraktekkan. Aplikasi teori sibernetik terhadap proses pembelajaran hendaknya menarik perhatian, memberitahukan tujuan pembelajaran kepada siswa, merangsang kegiatan pada prasyarat belajar, menyajikan bahan perangsang, memberikan bimbingan belajar, mendorong untuk kerja, memberikan balikan informatif, menilai unjuk kerja, meningkatkan retensi dan alih belajar.
B. Aplikasi teori-teori belajar dalam Pendidikan
1.    Kebanyakan yang diajarkan di sekolah adalah tingkah laku yang komplek, bukan hanya simpel respons. Tingkah laku yang komplek ini dapat diajarkan melalui proses shaping atau succesive approximation, beberapa tingkah laku yang mendekati espons terminal. Proses ini dimulai dengan penetapan tujuan, kemudian diadakan analisis tugas, langkah-langkah kegiatan murid dan reinforcement terhadap respon yang diinginkan.
2.    Suatu bentuk belajar yang tidak dapat dinamakan dengan classical conditioning maupun operant conditioning. Dalam modelling, seseorang yang beljar mengikuti kelanjutan orang lain sebagai model. Tingkah laku manusia lebih banyak dipelajari melalui modelling atau imitasi dari pada melalui pengajaran langsung.
3.    Prosedur-prosedur pengendalian atau perbaikan tingkah laku
a.    Memperkuat tingkah laku bersaing
Dalam usaha mengubah tingkah yang tidak diinginkan diadakan penguatan tingkah laku yang diinginkan misalnya dengan kegiatan kerjasama, membaca dan bekerja disatu meja untuk mengatasi kelakuan-kelakuan menentang, melamun dan hilir-mudik.
b.    Extincsi
Dilakukan dengan membuang atau meniadakan peristiwa penguat tingkah laku. Extincsi dapat dipakai bersama metode lain seperti modelling dan sosial reinforcemenr. Extincsi berlangsung terutama jika reinforcement adalah perhatian. Apabila murid memperhatikan kesana-kemari, maka perubahan Extincsi guru-murid akan menghentikan tingkah laku murid tersebut.
c.    Satiasi
Adalah suatu prosedur menyuruh seseorang melakukan perbuatan berulang-ulang sehingga ia menjadi leah dan jerah. Contoh : seorang guru yang memergoki muridnya menyuruh anak merokok sampai habis satu pak sehingga murid itu bosan
d.   Perubahan Lingkungan
Beberapa tingkah laku dapat dikendalikan oleh perubahan kondisi stimuli yang mempengaruhi tingkah laku itu. Jika murid terganggu oleh suara gaduh diluar kelas ketukan jendela dapat menghentikan gangguan itu.
e.    Hukuman
Untuk memperbaiki tingkah laku hukuman hendaknya diterapkan di kelas dengan bijaksana. Hukuman dapat mengatasi tingkah laku yang tidak diinginkan dalam waktu singkat, untuk itu perlu disertai dengan reinforcement. Hukuman menunjukkan apa yang tidak boleh dilakukan murid, sedangkan reword menunjukkan apa yang mesti dilakukan oleh murid.
C. Teori belajar dan penerapannya
Sebelum kita berbicara lebih jauh tentang teori belajar, kita pahami dulu pengertian teori. Teori adalah seperangkat konsep-konsep dan prinsip-prinsip yang memberikan, menjelaskan, dan memprediksikan phenomena. Ada dua macam teori, yaitu teori intuitif dan teori ilmiah. Teori intutif adalah teori yang dibangun berdasarkan pengalaman praktis. Sedangkan teori ilmiah (teori formal) adalah teori yang dibangun berdasarkan hasil-hasil penelitian. Guru cenderung lebih sering menggunakan teori jenis yang pertama.
Menurut Suppes (dalam Bell, 1986) ada empat fungsi umum teori. Fungsi ini juga berlaku bagi teori belajar, yakni:
1.    Berguna sebagi kerangka kerja untuk melakukan penelitian.
2.    Memberikan suatu kerangka kerja bagi pengorganisasian butir-butir informasi tertentu.
3.    Identifikasi kejadian yang komplek.
4.    Reorganisasi pengalaman-pengalaman sebelumnya.
Di samping empat fungsi tersebut di atas, teori juga diharapkan dapat menjadi model kerja. Teori dapat dijadikan model kerja fenomena tertentu sampai diketemukannya teori baru. Bruner (1964) diakui oleh kalangan instructional theorist sebagai peletak dasar pengembang teori-teori pembelajaran, di samping Skinner (1954) dan Ausubel (1968). Bruner (1964) membuat pembedaan antara teori belajar dan teori pembelajaran. Teori belajar adalah deskriptif, sedangkan teori pembelajaran adalah preskriptif. Teori belajar mendeskripsikan adanya proses belajar, teori pembelajaran mempreskripsikan strategi atau metode pembelajaran yang optimal yang dapat mempermudah proses belajar.








BAB III
PENUTUP
A.  Kesimpulan
Teori adalah sekumpulan dalil yang berkaitan secara sistematis yang menetapkan kaitan sebab akibat diantara variable yang saling bergantung. Belajar adalah perubahan tingkah laku yang relatif tetap terjadi sebagai hasil latihan atau pengalaman. Perubahan yang dimaksud harus relatif permanen dan tetap ada untuk waktu yang cukup lama. Oleh karena itu sangat dibutuhkan teori-teori belajar.
Belajar adalah perubahan tingkah laku yang relatif tetap dan terjadi sebagai hasil dari latihan atau pengalaman
B.  Saran
Perlunya mengoptimalkan kontribusi teori belajar dan aplikasi-aplikasinya dalam pendidikan serta perannya untuk meningkatkan kwalitas pendidikan menjadi lebih baik.













DAFTAR PUSTAKA



Aghien. 2009. Macam-Macam Teori Belajar. http:// aaghien.wordpress.com/2009/05/28/macam-macam-teori-belajar.com. Diakses tanggal 19 September 2012.

Anonim. 2010. Teori Belajar Dan Penerapannya. http://www.vilila.com/2010/10/teori-teori-belajar-dan-penerapannya.com. Diakses tanggal 19 September 2012.

1 komentar:

  1. CASINO HOTEL & CASINO - Mapyro
    Casino 김해 출장마사지 Hotel in Las Vegas, NV. 15406 Las Vegas Blvd. South, NV 89109. Directions · (702) 770-7877. Call Now 청주 출장샵 · More Info. Hours, 충주 출장마사지 Accepts Credit 원주 출장안마 Cards, Good For Nothing. Rating: 3 · ‎18 votes · ‎Price range: $$$How is CASINO HOTEL & CASINO 목포 출장샵 rated?What days are CASINO HOTEL & CASINO open?

    BalasHapus